Kamis, 31 Maret 2011

TUGAS 5,Kompuuterisasi Lembaga Keuangan Perbankan

LDR ( Loan to deposite ratio )
Deputi Gubernur BI, Muliaman D. Hadad mengatakan bahwa Bank Indonesia (BI) akan mematok tingkat Loan to Deposit Ratio (LDR) perbankan nasional. LDR perbankan nasional harus sesuai dengan batas atas dan batas bawah yang ditentukan BI. Ini dilakukan untuk mendorong kredit perbankan. "Untuk mendorong pemberian kredit maka bank sentral akan mengatur LDR sehingga memiliki kisaran yang harus dijaga oleh setiap bank. Ini untuk mendukung pertumbuhan kredit serta mencapai target rencana bisnis bank (RBB)," kata Muliaman.

Menurut Muliaman, LDR akan mempunyai batas atas dan batas bawah. Selain itu akan ada insentif bagi perbankan yang memenuhi LDR jika sesuai dengan ketentuan BI, dan juga disinsentif kepada bank yang tidak memenuhi batasan LDR. "Bank akan mendapat Giro Wajib Minimum (GWM) yang lebih rendah jika LDR sesuai dengan ketentuan BI. Karena banyak bank yang LDR-nya tinggi sekali dan ada bank yang LDR-nya relatif rendah ini harus diatur," jelasnya.

Namun, aturan tersebut masih akan dibicarakan lebih lanjut dengan industri perbankan. Aturan ini berlaku bagi semua bank berbeda dengan aturan GWM yang tahun-tahun lalu. "Saat ini masih dibicarakan dan memang belum ditentukan rentang batas atas dan batas bawah dari LDR tersebut. Dalam satu sampai dua bulan ke depan nanti akan selesai, angka pastinya saya kira kisarannya tidak jauh dengan rata-rata tingkat LDR saat ini dan nanti akan di link-kan dengan GWM," kata Muliaman.[sssb.
Loan to deposite ratio : Menyatakan seberapa jauh kemampuan bank dalam membayar kembali penarikan dana yang dilakukan nasabah dengan mengandalkan kredit yang diberikan sebagai sumber likuiditasnya. Rasio antara seluruh jml. Kredit yang diberikan bank dengan dana yang diterima oleh bank. Semakin tinggi rasio tsb, maka makin rendah likuiditas bank tsb.
RUMUS
LDR = Juml. Kredit yang diberikan x 100%
Total dana Pihak Ketiga + KLBI + Modal Inti

TUGAS 4,Kompuuterisasi Lembaga Keuangan Perbankan

Soal :
Siti Jakarta Karman Jakarta
Cek Tn.L 2 juta Cek Tn.A 3 juta
B/G Ny.K 3 juta Cek Tn.B 2 juta
Cek Tn.L 4 juta B/G PT.C 4 juta
Cek Ny.G 1 juta B/G PT.D 5 juta
Nota debet PT.X 10 juta Ak.Tn.E 2 juta
B/G PT.Y 15 juta Nota debet PT.F 10 juta
Nota kredit PT.M 10 juta Nota kredit PT.G 5 juta
Tolakan : Tolakan :
Cek Tn.Z Cek Tn.A
Cek Tn.L B/G PT.D
B/G PT.Y B/G PT.C

Proses kliring antara Siti dan Karman:
Siti Jakarta Karman Jakarta
-2 +2
-3 +3
-4 +4
-1 +1
-10 +10
-15 +15
+10 -10
+3 -3
+2 -2
+4 -4
+5 -5
+2 -2
+10 -10
-5 +5
Siti mempunyai perolehan Karman mempunyai perolehan -6 dan -5.
Sebesar +5 dan +6
Dari kegiatan kliring diatas dapat diketahui bahwa siti menang kliring dengan point 11 atau +9.
Siti deposit 100 juta ( Min 8% )
Kemungkinan R/k pada BI = 8 juta + 5 juta = 13 juta.
Karman : deposit 100 juta ( Min 8% )
10 juta – 5 juta = 5 juta.
10 juta diperoleh dari : *8 juta ( Rekening Koran )
*2 juta ( Excces Reserve )
Dan kedua data diatas diatur oleh Bank.

Aktiva Passiva
Kas Tabungan
R/K BI Giro
Kredit Deposito

Kas Terbentuk dari = Deposito
Dan,% Excces Reserve dari deposito


Sedangkan RR = Min 8%
LDR = 110%,dan
KUK = 20%
Akan diatur oleh pemerintah.

R/K BI diperoleh dengan Rumus = RR + ER +/- Kliring
Pada dasarnya Deposito bernilai stabil,sedangkan Tabungan nilainya Naik turun.dengan aturan yang telah ditetappkan tersendiri oleh Bank.
Perhitungan Giro = Kredit Kas = XX
Ditambah KUK = XX +
Maka akan diperoleh = Total Kredit.

TUGAS 3,Kompuuterisasi Lembaga Keuangan Perbankan

Komputerisasi Lembaga Keuangan Perbankkan

Tabungan pada dasarnya di bagi 3 yakni :
1. Tabungan Harian.
2. Tabungan Bulanan/saldo terendah.
3. Rata – rata saldo.
Soal : Siti Bank,Tabungan Tutik.
2/3 sektor tunai = 10 juta.
5/3 sektor Giro z = 5 juta.
8/3 Pinbuk debet deposito kredit = 2 juta.
17/3 Ambil tunai = 3 juta.
23/3 Pinbuk kredit cek F ( BTN )
Ditanyakan = 1. Saldo awal ( Tanggal 1 bulan 4 ) = ¼ ?
2.Bunga tabungan bulan 3 ?
3.Rekap saldo ?
Penjelasan :
saldo harian 10%.
( 2/3 ) 10 juta = ( 5/3 )10% x 5-2x10 juta : 365 = Rp.8.219.178
( 5/3 ) 15 juta = ( 8/3 ) 10%x8-5x15 juta : 365 = 1.232.876
( 8/3 ) 13 juta = ( 17/3 ) 10%x17-8x13 juta : 365 = 3.205.479
( 17/3 ) 10 juta = ( 23/3 ) 10%x23-17x10 juta : 365 = 1.643.835
( 23/3 ) 18 juta = ( 31/3 ) 10%x31-23+1x18 juta : 365 = 4.438.356
Total bunga = Rp.44.630.136

Saldo terendah = 10%x31-2+1x10 juta : 365 = XX
Saldo Rata – Rata = 10%x31-2+1x Rata – Rata saldo : 365 =XX

Rekap saldo.
Saldo harian
( 2/3 ) 10 juta = Deb.kas,krn Tabungan Tutik }10
( 5/3 ) 15 juta = Deb.Giro z,krn Tabungan Tutik }5
( 8/3 ) 13 juta = Deb.tabungan tutik,krn Deposito k }
( 17/3 ) 10 juta = Deb.Tabungan Tutik,krn kas }2
( 23/3 ) 18 juta = Deb.R/K pada BI,krn Tabungan Tutik }3

• Proses akhir hari – saldo
• Proses akhir bulan- saldo akhir + bunga,hasil dari penambahan saldo akhir dan bunga akan memperoleh saldo awal bulan.bulan berikutnya.
Rekap saldo
Saldo akhir ( 31/3 ) ditambah bunga maka akan diperoleh saldo awal ¼ ( Tanggal 1 bulan 4 ).

Rabu, 30 Maret 2011

Tugas Softskill : Pengaruh bahasa asing dalam perkembangan bahasa Indonesia

TEMA: Pengaruh bahasa asing dalam perkembangan bahasa Indonesia
Struktur :
BAB .1.PENDAHULUAN
• Latar belakang masalah
• Rumusan masalah
• Tujuan penelitian dan Manfaat penelitian
BAB.2.LANDASAN TEORI DAN PEMBAHASAN
• Pembahasan isi secara keseluruhan
• Penjabaran definisi – definisi utama
BAB.3.METODE PENELITIAN
• Tekhnik Penelitian dan sumber dataa
BAB.4.HASIL PENELITIAN DAN KESIMPULAN
• Penjabaran pembahasan
• Kesimpulan dan saran atas data yang ada
• Daftar pustaka










Bab.I.Pendahuluan
1.1 Latar belakang masalah :
Perkembangan bahasa telah berkembang sejak tahun 678M di bumi Indonesia.Perkembangan bahasa tersebut tak pernah luput dari para pemerhai bahasa agar dapat membentuk suatu bahasa yang dapat dimengerti dan dapat diterima masyarakat secara luas diseluruh dunia.Perkembangan bahasa yang terus – menerus berjalan seiring perkembangan zaman sangat banyak dipengaruhi oleh perkembangan zaman dan dari berbagai banyak pihak dan Negara.pihak – pihak tersebut ingin mengembangkan dan mendeterminasikan bahasanya sebgai suatu bahasa yang dapat dikenal oleh semua pihak diseluruh belahan dunia dan berikut adanya penulisan ini agar masyarakat dapat mengetahui peran serta pengaruh bahasa asing dalam bahasa Indonesia.
1.2 Rumusan masalah
• Apa itu bahasa secara harafiah ?
• Apa pengaruh bahasa asing itu sendiri bagi bahasa indonesia?
• Apa dampak positif dari adanya bahasa asing dalam perkembangan bahasa Indonesia?
• Apa dampak buruk dari adanya bahasa asing itu sendiri dalam bahasa Indonesia?
1.3 Tujuan penelitian dan manfaat penelitian
• Mengetahui apa itu bahasa secara harafiah.
• Mengetahui pengaruh dari adanya bahasa asing bagi perkembangan bahasa Indonesia.
• Mengetahui dampak positif dari pengaruh bahasa asing dalam perkembangan bahasa Indonesia.
• Mengetahui dampak negative dari adanya pengaruh bahasa asaing terhadap perkembangan bahasa Indonesia.

Bab.II.Pembahasan isi secara keseluruhan
2.1Penjabaran isi secara keseluruhan :
Setiap masyarakat pasti mempunyai bahasa.bahasa memiliki tata cara tersendiri yang digunakan untuk mengungkapkan gagasan dan perasaan atau untuk menyebutkan atau mengacu ke benda-benda di sekitarnya. Hingga pada suatu titik waktu, kata-kata yang dihasilkan melalui kesepakatan masyarakat itu sendiri umumnya mencukupi keperluan itu, namun manakala terjadi hubungan dengan masyarakat bahasa lain, sangat mungkin muncul gagasan, konsep, atau barang baru yang datang dari luar budaya masyarakat itu. Dengan sendirinya juga diperlukan kata baru. Salah satu cara memenuhi keperluan itu--yang sering dianggap lebih mudah--adalah mengambil kata yang digunakan oleh masyarakat luar yang menjadi asal hal ihwal baru itu.
•
sejarah hubungan dengan penutur
Telah berabad-abad lamanya nenek moyang penutur bahasa Indonesia berhubungan dengan berbagai bangsa di dunia. Bahasa Sanskerta tercatat terawal dibawa masuk ke Indonesia yakni sejak mula tarikh Masehi. Bahasa ini dijadikan sebagai bahasa sastra dan perantara dalam penyebaran agama Hindu dan Buddha. Agama Hindu tersebar luas di pulau Jawa pada abad ke-7 dan ke-8, lalu agama Buddha mengalami keadaan yang sama pada abad ke-8 dan ke-9.
Hubungan dengan penutur India dan persekitarannya
Beriringan dengan perkembangan agama Hndu itu berlangsung pula perdagangan rempah-rempah dengan bangsa India yang sebagian dari mereka penutur bahasa Hindi, sebagian yang lain orang Tamil dari India bagian selatan dan Sri Lanka bagian timur yang bahasanya menjadi perantara karya sastra yang subur. Bahasa Tamil pernah memiliki pengaruh yang kuat terhadap bahasa Melayu.
Hubungan dengan penutur bahasa Tionghoa
Hubungan ini sudah terjadi sejak abad ke-7 ketika para saudagar Cina berdagang ke Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Timur, bahkan sampai juga ke Maluku Utara. Pada saat Kerajaan Sriwijaya muncul dan kukuh, Cina membuka hubungan diplomatik dengannya untuk mengamankan usaha perdagangan dan pelayarannya. Pada tahun 922 musafir Cina melawat ke Kerajaan Kahuripan di Jawa Timur. Sejak abad ke-11 ratusan ribu perantau meninggalkan tanah leluhurnya dan menetap di banyak bagian Nusantara (Kepulauan Antara, sebutan bagi Indonesia).
Yang disebut dengan bahasa Tionghoa adalah bahasa di negara Cina (banyak bahasa). Empat di antara bahasa-bahasa itu yang di kenal di Indonesia yakni Amoi, Hakka, Kanton, dan Mandarin. Kontak yang begitu lama dengan penutur bahasa Tionghoa ini mengakibatkan perolehan kata serapan yang banyak pula dari bahasa Tionghoa, namun penggunaannya tidak digunakan sebagai perantara keagamaan, keilmuan, dan kesusastraan di Indonesia sehingga ia tidak terpelihara keasliannya dan sangat mungkin banyak ia berbaur dengan bahasa di Indonesia. Contohnya anglo, bakso, cat, giwang, kue/ kuih, sampan, dan tahu.
Hubungan dengan penutur Arab dan Persia
Bahasa Arab dibawa ke Indonesia mulai abad ketujuh oleh saudagar dari Persia, India, dan Arab yang juga menjadi penyebar agama Islam. Kosakata bahasa Arab yang merupakan bahasa pengungkapan agama Islam mula berpengaruh ke dalam bahasa Melayu terutama sejak abad ke-12 saat banyak raja memeluk agama Islam. Kata-kata serapan dari bahasa Arab misalnya abad, bandar, daftar, edar, fasik, gairah, hadiah, hakim, ibarat, jilid, kudus, mimbar, sehat, taat, dan wajah. Karena banyak di antara pedagang itu adalah penutur bahasa Parsi, tidak sedikit kosakata Parsi masuk ke dalam bahasa Melayu, seperti acar, baju, domba, kenduri, piala, saudagar, dan topan.
Hubungan dengan penutur Portugis
Bahasa Portugis dikenali masyarakat penutur bahasa Melayu sejak bangsa Portugis menduduki Malaka pada tahun 1511 setelah setahun sebelumnya ia menduduki Goa. Portugis dikecundangi atas saingan dengan Belanda yang datang kemudian dan menyingkir ke daerah timur Nusantara. Meski demikian, pada abad ke-17 bahasa Portugis sudah menjadi bahasa perhubungan antaretnis di samping bahasa Melayu. Kata-kata serapan yang berasal dari bahasa Portugis seperti algojo, bangku, dadu, gardu, meja, picu, renda, dan tenda.
Hubungan dengan penutur Belanda

Belanda mendatangi Nusantara pada awal abad ke-17 ketika ia mengusir Portugis dari Maluku pada tahun 1606, kemudian ia menuju ke pulau Jawa dan daerah lain di sebelah barat. Sejak itulah, secara bertahap Belanda menguasai banyak daerah di Indonesia. Bahasa Belanda tidak sepenuhnya dapat menggeser kedudukan bahasa Portugis karena pada dasarnya bahasa Belanda lebih sukar untuk dipelajari, lagipula orang-orang Belanda sendiri tidak suka membuka diri bagi orang-orang yang ingin mempelajari kebudayaan Belanda termasuklah bahasanya. Hanya saja pendudukannya semakin luas meliputi hampir di seluruh negeri dalam kurun waktu yang lama (350 tahun penjajahan Belanda di Indonesia). Belanda juga merupakan sumber utama untuk menimba ilmu bagi kaum pergerakan. Maka itu, komunikasi gagasan kenegaraan pada saat negara Indonesia didirikan banyak mengacu pada bahasa Belanda. Kata-kata serapan dari bahasa Belanda seperti abonemen, bangkrut, dongkrak, ember, formulir, dan tekor.
Hubungan dengan penutur Inggris
Bangsa Inggris tercatat pernah menduduki Indonesia meski tidak lama. Raffles menginvasi Batavia (sekarang Jakarta) pada tahun 1811 dan beliau bertugas di sana selama lima tahun. Sebelum dipindahkan ke Singapura, dia juga bertugas di Bengkulu pada tahun 1818. Sesungguhnya pada tahun 1696 pun Inggris pernah mengirim utusan Ralph Orp ke Padang (Sumatra Barat), namun dia mendarat di Bengkulu dan menetap di sana. Di Bengkulu juga dibangun Benteng Marlborough pada tahun 1714-1719. Itu bererti sedikit banyak hubungan dengan bangsa Inggris telah terjadi lama di daerah yang dekat dengan pusat pemakaian bahasa Melayu.
Hubungan dengan penutur Jepang
Pendudukan Jepang di Indonesia yang selama tiga setengah tahun tidak meninggalkan warisan yang dapat bertahan melewati beberapa angkatan. Kata-kata serapan dari bahasa Jepang yang digunakan umumnya bukanlah hasil hubungan bahasa pada masa pendudukan, melainkan imbas kekuatan ekonomi dan teknologinya.
Perbendaharaan kata.
Di antara bahasa-bahasa di atas, ada beberapa yang tidak lagi menjadi sumber penyerapan kata baru yaitu bahasa Tamil, Parsi, Hindi, dan Portugis. Kedudukan mereka telah tergeser oleh bahasa Inggris yang penggunaannya lebih mendunia. Walaupun begitu, bukan bererti hanya bahasa Inggris yang menjadi rujukan penyerapan bahasa Indonesia pada masa yang akan datang.
Penyerapan kata dari bahasa Cina sampai sekarang masih terjadi di bidang pariboga termasuk bahasa Jepang yang agaknya juga potensial menjadi sumber penyerapan.
Di antara penutur bahasa Indonesia beranggapan bahwa bahasa Sanskerta yang sudah ’mati’ itu merupakan sesuatu yang bernilai tinggi dan klasik. Alasan itulah yang menjadi pendorong penghidupan kembali bahasa tersebut. Kata-kata Sanskerta sering diserap dari sumber yang tidak langsung, yaitu Jawa Kuna. Sistem morfologi bahasa Jawa Kuna lebih dekat kepada bahasa Melayu. Kata-kata serapan yang berasal dari bahasa Sanskerta-Jawa Kuna misalnya acara, bahtera, cakrawala, darma, gapura, jaksa, kerja, lambat, menteri, perkasa, sangsi, tatkala, dan wanita.
Bahasa Arab menjadi sumber serapan ungkapan, terutama dalam bidang agama Islam. Kata rela (senang hati) dan korban (yang menderita akibat suatu kejadian), misalnya, yang sudah disesuaikan lafalnya ke dalam bahasa Melayu pada zamannya dan yang kemudian juga mengalami pergeseran makna, masing-masing adalah kata yang seasal dengan rida (perkenan) dan kurban (persembahan kepada Tuhan). Dua kata terakhir berkaitan dengan konsep keagamaan. Ia umumnya dipelihara betul sehingga makna (kadang-kadang juga bentuknya) cenderung tidak mengalami perubahan.
Sebelum Ch. A. van Ophuijsen menerbitkan sistem ejaan untuk bahasa Melayu pada tahun 1910, cara menulis tidak menjadi pertimbangan penyesuaian kata serapan. Umumnya kata serapan disesuaikan pada lafalnya saja.
Meski kontak budaya dengan penutur bahasa-bahasa itu berkesan silih berganti, proses penyerapan itu ada kalanya pada kurun waktu yang tmpang tindih sehingga orang-orang dapat mengenali suatu kata serapan berasal dari bahasa yang mereka kenal saja, misalnya pompa dan kapten sebagai serapan dari bahasa Portugis, Belanda, atau Inggris. Kata alkohol yang sebenar asalnya dari bahasa Arab, tetapi sebagian besar orang agaknya mengenal kata itu berasal dari bahasa Belanda.
Kata serapan dari bahasa Inggris ke dalam kosa kata Indonesia umumnya terjadi pada zaman kemerdekaan Indonesia, namun ada juga kata-kata Inggris yang sudah dikenal, diserap, dan disesuaikan pelafalannya ke dalam bahasa Melayu sejak zaman Belanda yang pada saat Inggris berkoloni di Indonesia antara masa kolonialisme Belanda.. Kata-kata itu seperti kalar, sepanar, dan wesket. Juga badminton, kiper, gol, bridge.
Sesudah Indonesia merdeka, pengaruh bahasa Belanda mula surut sehingga kata-kata serapan yang sebetulnya berasal dari bahasa Belanda sumbernya tidak disadari betul. Bahkan sampai dengan sekarang yang lebih dikenal adalah bahasa Inggris.
Metode penyerapan kata asing
Senarai kata serapan dalam bahasa Indonesia
Bahasa Indonesia adalah bahasa yang terbuka. Maksudnya ialah bahwa bahasa ini banyak menyerap kata-kata dari bahasa lainnya.
Asal Bahasa Jumlah Kata
Arab 1.495 kata
Belanda 3.280 kata
Tionghoa 290 kata
Hindi 7 kata
Inggris 1.610 kata
Parsi 63 kata
Portugis 131 kata
Sanskerta-Jawa Kuna 677 kata
Tamil 83 kata
Bab.III. Metode Penelitian
• Penelitian data sekunder dari media internet.,
Penelitian ini dilakukan dengan cara melihat kajian penelitian materi mengenai tema diatas sebagi bahan perbandinga penulisan ini.





Bab.IV. Hasil penelitian dan kesimpulan Pembahasan.
4.1 Kesimpulan dan Saran dari hasil penelitian
Jadi dengan penjelasan diatas maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :
A. Pada dasarnya sumber - sumber bahasa asing yang masuk ke Indonesia kurang lebih dapat mempengaruhi penggunaan dan perkembangan bahasa Indonesia.
B. Perkembangan bahasa asing yang masuk tersebut tentunya dapat menambaha perbendaharaan bahasa Indonesia itu sendiri dengan pola yang tepantau tentunya ( tidak menyingkirkan nilai budaya dari bahasa Indonesia itu sendiri.
C. Dengan adanya baha – bahasa asing tersebut masyarakayt Indonesia diharapkan dapat berkomunikasi dengan cukup baik dengan masyarakat asing jikalau diperlukan.
4.2 Daftar Pustaka
Kamus Besar Bahasa Indonesia, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, Balai Pustaka: 1999, halaman 1185 s.d. 1188 berisikan Pendahuluan buku Senarai Kata Serapan dalam Bahasa Indonesia, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, 1996 (dengan sedikit penyaduran tanpa mengubah maksud dan tujuan seseungguhnya dari buku ini).

Tugas Softskill : LAPORAN

LAPORAN.
Laporan adalah : suatu bentuk pernyataan yang dapat bermakna tertulis maupun tak tertulis ( suara/ gambar ) yang sangat bermanfaat bagi kelangsungan suatu hal tentunya jika di sajikan dan diajukan dengan baik guna diberikan bagi pihak – pihak yang membutuhkan.
Laporan juga dapat berarti satu bentuk penyataan yang logikal dan tersusun. Yang hanya mengandung bagian-bagian, tajuk-tajuk dan sub tajuk-sub tajuk.
Berikut sistematika penulisan Laporan :
Panduan Cara Persembahan
Di bawah ini dicadangkan beberapa panduan bagaimana sesuatu penulisan laporan itu dapat dipersembahkan dengan lebih menarik. Panduan ini adalah berdasarkan singkatan daripada TOPIK DEWASA. Singkatan ini akan memberikan kpanduan seperti yang berikut semasa menyediakan dan menulis laporan :

T Topik Nyatakan topik laporan atau penulisan dengan jelas kepada pembaca.

O Objektif Apakah objektif penulisan anda? Ini perlu dinyatakan dengan jelas supaya pembaca mendapat gambaran awal tentang tujuan penulisan tersebut.

P Paparan Kenal pasti bagaimanakah paparan atau susun atur seperti format penulisan, struktur kandungan, penomboran dan sebagainya hendak diadakan.
Paparan ini perlu diambil kira supaya penulisan anda menarik dan mudah dibaca dan difahami.
I Isi Isi penulisan laporan hendaklah jelas dan tepat

K Kesimpulan Nyatakan kesimpulan laporan anda pada akhir penulisan. Perkara ini perlu kerana di bahagian inilah letaknya pendirian, pandangan, dan dapatan anda tentang topik yang dibicarakan.

D Definisi Berikan definisi yang jelas bagi setiap istilah atau konsep yang hendak dibincangkan dalam penulisan anda. Elok juga jika anda memberikan contoh-contoh yang sesuai untuk memperjelas apa yang anda maksudkan dengan perkataan berkenaan.

E Elakkan Cuba elakkan :
- perkataan ayat, konsep dan perenggan yang mengelirukan
- isi yang bertindih-tindih
- membuat andaian-andaian tertentu
- kesimpulan yang bercanggah

W Wacana Wujudkan wacana yang menarik dengan menggunakan penanda wacana yang tepat, koherens atau kejelekitan, dan kesinambungan idea.

A Analitis Berikan pendapat anda secara analitis dan kritis. ini bermaksud hujah-hujah anda hendaklah disokong dengan bukti, alasan dan fakta.

S Saranan Cadangkan saranan atau harapan anda jika ada pada bahagian akhir penulisan. Saranan ini mungkin dapat ditujukan kepada pembaca, masyarakat, pihak berkuasa dan sebagainya.

A Apendiks Jika perlu, sediakan apendiks pada bahagian akhir penulisan. Apendiks berfungsi sebagai:
- maklumat atau data tambahan
- glosari atau senarai istilah yang berkaitan
dengan bidang penulisan anda.
- lampiran yang tidak dimasukkan dalam
bahagian penulisan, tetapi perlu dijadikan
sebagai bahan rujukan tambahan kepada
pembaca.
Demikan beberapa panduan tentang cara persembahan laporan. Ianya dapat diringkaskan kepada singkatan TOPIK DEWASA. Jadikanlah singkatan ini sebagai panduan untuk membuat laporan yang berkesan.



Berikut beberapa penjabaran perbedaan antara Laporan Resmi dan proposal Tidak resmi :
Laporan resmi :
A. Dibuat untuk keperluan yang bersifat resmi.
B. Digunakan untuk melaporkan sesuatu sesuatu yang bersifat formal/resmi.
C. Ditujukkan kepada pihak berinstansi resmi/organisasi resmi.
D. Keperluan penyampaiannya segera( Mendesak )
Laporan tidak resmi :
A. Non resmi ( Formal )
B. Ditujukkan kepada pihak – pihak tak resmi,( secara langsung ).
C. Disampaikkan kapan saja tergantung pihak yang membutuhkan.
Berikut salah satu contoh tulisan dari Laporan Resmi :

1. Chid. D. (1973) Psychology and the Teacher. London : Holt, Rinehart & Winston.
2. Getzels, J.W, & Jakson, P.W. (1992). Creativity and Intelligence: New York: Wiley.

Contoh laporan ilmiah sederhana:

Laporan Penelitian Magang sebagai Jembatan Mobilitas Sosial dari Petani menjadi Perajin
I. Pendahuluan
Perajin sering dipandang memiliki status sosial yang lebih tinggi daripada petani. Hal ini disebabkan adanya anggapan bahwa seorang perajin biasanya bekerja di dalam rumah, terlindung dari terik sinar matahari sehingga suasananya tampak nyaman. Sebaliknya, petani harus bekerja di sawah, di bawah sengatan sinar matahari, dan kadang harus bergumul dengan kotoran-kotoran yang berbau tidak sedap. Oleh karena itu, tidak berlebihan jika sebagian masyarakat pedesaan masih menganggap bahwa pekerjaan perajin lebih berprestise daripada petani meskipun hanya menjadi perajin industri kecil dengan skala usaha yang masih terbatas. Lapangan pekerjaan di sektor industri kecil yang makin terbuka menyebabkan terjadinya mobilitas sosial dari petani menjadi perajin. Meskipun sebenarnya mereka belum memiliki keahlian yang memadai, terlebih lagi tingkat pendidikan mereka sebagian besar (73%) masih berpendidikan SD ke bawah. Oleh karena itu, tidak mengherankan bahwa produktivitas kerja dan hasil yang mereka peroleh masih rendah. Berkaitan dengan hal di atas, perlu diadakan penelitian yang saksama mengenai mobilitas sosial dan petani menjadi perajin. Dalam laporan ini, objek penelitiannya adalah masyarakat pedesaan di sekitas Surakarta, Jawa Tengah.
II. Tujuan Penelitian
1. Menelaah penyebab terjadinya mobilitas sosial dari petani menjadi perajin
2. Memberikan penyadaran pada masyarakat dampak industrialisasi
III. Metodologi Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan survei secara kualitatif dengan cara melakukan wawancara dengan narasumber. Digunakannya metodologi kualitatif agar hasil yang dicapai benar-benar akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Adapun langkah-langkah kerjanya sebagai berikut.
1. Menentukan objek penelitian
2. Melakukan wawancara dengan narasumber
3. Mengklasifikasi masalah
4. Merumuskan masalah
5. Memberikan solusi/simpulan
IV. Hasil Penelitian
Berdasarkan survei yang telah dilakukan, ada beberapa faktor yang menyebabkan mobilitas sosial dari petani menjadi perajin melalui proses magang sebagai berikut.
1. Pengaruh media masa Media massa baik berupa media elektronik maupun cetak telah membawa pengaruh yang besar terhadap pola pikir masyarakat pedesaan. Selama ini, media massa selalu mengangkat kesuksesankesuksesan seorang perajin. Dengan demikian, lambat laun opini publik tersebut akhirnya mendorong keinginan petani untuk menjadi perajin.
2. Dukungan sosial keluarga dan masyarakat Keluarga, kerabat dekat, dan komunitas yang melatari kehidupan petani sering memberikan saran dan harapan yang besar untuk menjadi perajin. Mereka selalu memandang orangorang yang telah sukses berkat usaha menjadi seorang perajin industri kecil meskipun mereka masih berstatus magang atau buruh kontrak.
3. Sistem perekonomian Indonesia yang lebih mengutamakan sektor industri daripada pertanian Perekonomian negara kita yang terbawa arus globalisasi dan kepentingan neoliberalisme (para pemilik modal) telah mendorong lajunya industrialisasi. Oleh karena itu, tidak mengherankan bahwa investasi yang mereka tanamkan lebih mengarah pada sektor industri.
4. Tingkat pendidikan yang rendah Rendahnya tingkat pendidikan mereka dan keahlian yang belum memadai membuat mereka tidak memiliki sistem kontrol diri yang kuat. Konsep diri yang lemah ini menyebabkan mereka mudah terbawa arus zaman.
V. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa ada beberapa faktor yang menyebabkan para petani melakukan mobilitas sosial menjadi perajin. Jika tidak ada suatu program penyadaran baik dari pemerintah maupun masyarakat setempat, dapat dipastikan hasil produksi pertanian akan makin berkurang sehingga negara pun akan mengimpor beras dari luar negeri. Akhirnya, diharapkan penelitian ini mampu memberikan penyadaran pada masyarakat dan dapat menjadi masukan untuk pihak-pihak yang berwenang memberikan kebajikan. Pihak-pihak tersebut misalnya para dewan legislatif dan eksekutif supaya memberikan arahan dan rencana pembangunan yang lebih berpihak pada sektor pertanian, terutama masyarakat miskin pedesaan.

Tugas Softskill : PROPOSAL

PROPOSAL
I. Penjabaran mengenai Proposal.
Pada dasarnya pengertian dari proposal itu sendiri adalah : suatu bentuk rancangan kegiatan yang dibuat dalam bentuk formal dan standar. Dalam dunia ilmiah sendiri, proposal merupakan suatu rancangan desain penelitian (usulan penelitian) yang akan dilakukan oleh seorang peneliti tentang suatu bahan penelitian.
Bentuk “Proposal” biasanya memiliki suatu bentuk dengan berbagai standar tertentu seperti penggunaan bahasa, tanda baca, kutipan dll.
II. Berikut sistematika penulisan proposal :
1. Pendahuluan
2. Dasar Pemikiran
3. Tujuan Kegiatan
4. Tema Kegiatan
5. Jenis Kegiatan
6. Target Kegiatan
7. Sasaran / Peserta Kegiatan
8. Waktu dan Tempat Pelaksanaan
9. Anggaran Dana
10. Susunan Panitia
11. Jadwal Kegiatan
12. Penutup
Atau :

a. HALAMAN JUDUL
b. HALAMAN PENGESAHAN
c. DAFTAR ISI
d. DAFTAR TABEL
e. DAFTAR GAMBAR
f. DAFTAR LAMPIRAN
BAB I : PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan Penelitian
D. Kegunaan Penelitian

BAB II : TINJAUAN PUSTAKA
BAB III : METODOLOGI PENELITIAN
1. Jenis Penelitian
2. Tempat dan Waktu Penelitian
3. Populasi dan Sampel
4. Teknik Pengumpulan Data
5. Alat Pengukur Data
6. Teknik Analisis Data
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

II. SEJARAH, MAKSUD, DAN TUJUAN
III. Berikut beberapa penjabaran perbedaan antara proposal Resmi dan proposal Tidak resmi :
“Proposal Umum” atau “Proposal Tidak Resmi” atau yang sering digunakan sebagai usulan atau rancangan kegiatan memiliki cirri sebgai berikut :
1. “Proposal Umum” biasanya lebih lentur dalam penggunaan bahasa dan tidak terlalu kaku dalam aturan penulisan.
2. Walaupun lebih “bebas”, penulisan “Proposal Umum” tetap mengindahkan kaidah¬
kaidah dan sistematika tertentu, agar dapat dengan mudah dimengerti oleh orang¬orang
yang membaca proposal tersebut.
“Proposal Penelitian” atau “Proposal Resmi” atau Proposal yang digunakan dalam dunia ilmiah,
memiliki cirri – cirri sebagai berikut :
1) “Proposal Penelitian” biasanya lebih tegas dan kaku ( Formal ) dalam penerapkan aturan penulisan.
2) Menggunakan kalimat yang baku dan berorientasi atas kaidah Kamus Besar Bahasa Indonesia.
IV. Berikut salah satu contoh tulisan dari proposal Tidak Resmi :
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG

Latar Belakang

Sesuai dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, khususnya pasal yang menyatakan bahwa pemerintah harus berupaya mencerdaskan siswa,untuk membantu pemerintah dalam upaya mencerdaskan anak-anak, sesuai dengan kurikulum pendidikan mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya berdasarkan kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi lulusan, dibawah supervisi dinas pendidikan kota/kabupaten yang bertanggungjawab dibidang pendidikan untuk SD,SMP,SMA dan SMK dan Departemen yang
Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan yang mengacu pada standar nasional pendidikan dimaksudkan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional. Standar nasional pendidikan terdiri atas: standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian pendidikan. Dua dari kedelapan standar nasional pendidikan tersebut, yaitu Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) merupakan acuan utama bagi satuan pendidikan dalam mengembangkan kurikulum.
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) mengandung makna bahwa kurikulum dikembangkan oleh masing-masing satuan pendidikan dengan tujuan agar satuan pendidikan yang bersangkutan dapat mengembangkan kekhasan potensi sumber daya manusia dan daerah di sekitarnya. Hal ini merupakan implikasi dari perubahan kebijakan dari sentralisasi ke desentralisasi di bidang pendidikan. Perubahan ini menuntut adanya perubahan paradigma dalam membina satuan pendidikan. Pembinaan yang selama ini dilakukan secara terpusat dialihkan menjadi pendampingan terhadap masing-masing satuan pendidikan. Pendampingan yang dimaksud dilakukan melalui pemberian bimbingan dan bantuan teknis baik secara langsung maupun melalui layanan konsultasi secara online atau offline. Cakupan bantuan tersebut meliputi keseluruhan proses pengembangan kurikulum serta model-model pengimplementasianya. Pendampingan ini bertujuan untuk mendorong agar setiap satuan pendidikan mampu mengembangkan dan mengimplementasikan kurikulum secara mandiri. Sejalan dengan hal tersebut, Pusat Kurikulum menyediakan layanan profesional bagi satuan pendidikan, pembina dan tim pengembang kurikulum di daerah. Beberapa upaya yang telah dilakukan oleh Pusat Kurikulum adalah: (1) mengembangkan model-model kurikulum tingkat satuan pendidikan yang disusun berdasarkan keragaman potensi, kondisi, kebutuhan daerah, satuan pendidikan dan peserta didik; (2) mengembangkan model-model penyelenggaraan kurikulum yang inovatif dan kurikulum layanan khusus, (3) layanan profesional agar setiap satuan pendidikan mampu mengembangkan kurikulum dan model-model tersebut dapat dijadikan contoh bagi satuan pendidikan dalam mengembangkan kurikulumnya masing-masing. Dalam menyusun KTSP, satuan pendidikan dapat memilih tiga cara sesuai dengan kemampuan masing-masing: (1) membuat sendiri dengan berpedman pada panduan penyusunan KTSP yang disusun oleh BSNP, (2) Mengadaptasi, atau (3) mengadopsi model-model yang telah dikembangkan oleh Departemen pendidikan Nasional.Untuk itu maka kami akan membuat bimbingan belajar.

1.2 TUJUAN KGIATAN
Berdasarkan latar belakang tersebut.Maka tujuan dari kegiatan ini adalah bentuk:

a. Meningkatkan pretasi belajar siswa
b. Meningkatkan kecerdasan siswa
c. Membantu pemerintah dalam bidang pendidikan


2.8 RENCANA ANGGARAN KEGIATAN
Pemasukan
Pengeluaran
Perlengkapan (alat)
Sewa Ruangan
Tutor
Penggadaan modul
Transportasi
Keamanan
Kebersihan
Dokumentasi
Promosi

BAB II

TENTANG KEGIATAN

2.1 NAMA KEGIATAN
Adapun nama bimbingan belajar

2.2 TEMA KEGIATAN
Sedangkan tema kegiatan ini adalah :

“MENINGKATKAN KECERDASAN SISWA DENGAN METODE QUATUM LEARNING

2.3 JENIS KEGIATAN
BIMBINGAN BELAJAR

2.4 KRITERIA KEGIATAN
2.5 SASARAN
SISWA-SISWA SD,SMP, DAN SMA

LEMBAR PENGESAHAN
No.
NAMA
JABATAN
TANDA TANGAN
1.PEMILIK
2.DINAS PENDIDIKAN

BAB.3 SUSUNAN PANITIA
Pelindung :
Penanggung jawab :
Ketua Pelaksana :
Wakil Ketua :
Sekretaris 1 :
Sekretaris 2 :
Bendahara :
Koordinator kegiatan
3.1 WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAAN
Hari dan tanggal :
Waktu :
Tempat :

BAB IV
PENUTUP
Demikianlah proposal ini,kami buat. Mohon kerjasamanya
Suharsimi Arikunto. (2006). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Tim Penyusun. (2008). Buku Panduan Penulisan Tugas/Skripsi Universitas Negeri Padang. Padang : Depdiknas UNP

Tomy Huang. (2007). BRT Intelligent Book. Cibinong: PT.Trimentari Niaga.

Rabu, 02 Maret 2011

Tugas komputerisasi bank dan lembaga keuangan ke 2

Tema : Kliring.

Struktur :

BAB .1.PENDAHULUAN
• Latar belakang masalah
• Rumusan masalah
• Manfaat penelitian
• Tujuan penelitian dan Manfaat penelitian

BAB.2.LANDASAN TEORI DAN PEMBAHASAN
• Pembahasan definisi – definisi yang ada dalam kliring.

BAB.3.METODE PENELITIAN
• Tekhnik Analisis dari sumber buku maupun media elektronik

BAB.4.HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
• Deskriptif data mengenai alur kegiatan kliring.

BAB.5.KESIMPULAN DAN SARAN
BAGIAN AKHIR :
• Kesimpulan dan saran atas data yang ada
• Daftar pustaka



BAB.1. PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG MASALAH
Pada dasarnya bank merupakan suatu badan/lembaga keuangan yang selalu ada dan berkembang ditiap – tiap Negara diseluruh belahan dunia.
Bank yang ada ditiap Negara – Negara tersebut selalu berusaha semaksimal mungkin mengembangkan usaha mereka dengan segala aktifitas pendukung yang ada dan salah satu kegiatan tersebut adalah kliring.
Berikut penulisan ini dibuat agar mahasiswa dan khalayak banyak dapat mengetahui lebih dalam dengan salah satu kegiatan yang dilakukan oleh bank berikut .
1.2 RUMUSAN MASALAH
• Apa yang dimaksud dengan kliring?
• Bagaimanakah struktur kegiatan kliring?
• Apa manfaat dilakukannya kegiatan kliring bagi bank – bank yang terlibat?
• Apa keuntungan menggunakan kliring?
• Siapa sajakah pihak yang dapat melakukan kegiatan kliring
1.3 TUJUAN PENELITIAN
• Membantu kita mengetahui Definisi kliring.
• Membantu kita mengetahui mengenai struktur terjadinya kliring.
• Mengetahui manfaat jikalau melakukan kliring.
• Memberikan pengetahuan mengenai keuntungan melakukan kliring.
• Memberikan pengetahuan mengenai pihak mana sajakah yang dapat melakukan kegiatan kliring.
1.4 MANFAAT PENELITIAN
Dengan ada penulisan ini diharapkan masyarakat dapat mengetahui :
• Apa peranan kliring bagi lalu lintas perbankkan.
• Dan Apa makna dari kliring tersebut.


BAB.2. LANDASAN TEORI
Kliring adalah : kegiatan perhitungan utang piutang diantara beberapa lembaga keuangan peserta kliring secara terpusat dengan cara saling menyerahkan warkat kliring untuk memperluas lalu lintas pembayaran dengan cara giral.
Pengertian lain kliring adalah : Kegiatan simpanan yang dilakukan para bank peserta kliring atas rekemning Koran pada bank Indonesia ( BI ).
Cek adalah : salah satu bukti kegiatan transaksi tang berisi sejumlah dana yang dapat dicairkan dengan persyaratan tertentu.
Warkat adalah : alat pembayaran bukan tunai yang diatur dalam peraturan perundangan atau ketentuan lain yang berlaku yang lazim digunakan dalam transaksi pembayaran.
Nota debet keluar : yaitu, warkat yang disetorkan oleh nasabah suatu bank untuk keuntungan rekening nasabah tersebut.
Nota kredit keluar : yaitu,warkat pembebanan ke rekening nasabah yang menyetorkan untuk keuntungan rekening nasabah bank lain.
Nota debit masuk yaitu : warkat yang diserahkan oleh peserta lain atas beban nasabah bank yang menerima warkat.
Nota kredit masuk yaitu : warkat yang diserahkan oleh peserta lain untuk keuntungan nasabah bank yang menerima warkat.
BAB.3. METODE PENELITIAN
• Teknik analisa data langsung dari media non elektronik
BAB.4. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Pada dasarnya terdapat berbagai macam bank yang terlibat dalam lalu lintas kliring,
Kita dapat ambil contoh sebagai berikut,
@1 dapat berarti dan dinyatakan sebagai : Bank Indonesia.
@2 dapat berarti dan dinyatakan sebagai : Bank Sugede.
@3 dapat berarti dan diartikan sebagai : Bank Sukecil.
#4 dapat berarti dan diartikan sebagai : Pak Pager.
#5 dapat berarti dan diartikan sebagai : Bu Seger.
Pak pager memiliki sejumlah dana dibank sugede,sedangkan bu seger memiliki sejumlah dan yang telah ditabungnya dibank sukecil.
Bank sugede dan bank sukecil telah menabung terlebih dahulu sebelumnya dibank Indonesia.Pak pager melakukan sejumlah transaksi dengan Bu seger untuk membeli sejumlah barang.transaksi yang dilakukan oleh pak pager dengan bu seger dapat terjadi menggunakan cek sebagai sarana kegiatan pembayaran yang sah.
Bu seger karna telah lama bekerjasama dengan pak pager maka bu seger pun memberikan sejumlah hadiah bereupa uang kepada pak pager sebesar 10.000.000;.namun sebelum dana ttersebut digunakan maka harus dicairkan terlebih dahulu sesuai bank dan ketentuan yang telah ditetapkan oleh bu seger.
Sebelum mentransfer uang,bu seger yang memiliki sejumlah uang di bank sukecil mengirimkan sejumlah uang kepada pak pager melalui konfirmasi terlebih dahulu kepada bank Indonesia untuk memindahkan sejumlah uang ke bank sugede tempat pak pager menyimpan uang.sejumlah uang yang ditransfer dari bank sukecil kebank sugede melalui konfirmasi terlebih dahulu dari bank Indonesia dapat dinamakan kegiatan nota debit keluar dan akan tercatat debet siti pada rekening Koran Bank Indonesia dan akan dikonfirmasi langsung oleh bank sukecil tempat bu seger menyimpan uang,sedangkan sejumlah uang yang diterima bank sugede dari bank sukecil melalui konfirmasi bank Indonesia disebut nota kredit masuk.
BAB.5. KESIMPULAN DAN SARAN
• Membantu kita mengetahui Definisi kliring.
• Membantu kita mengetahui mengenai struktur terjadinya kliring.
• Mengetahui manfaat jikalau melakukan kliring.
• Memberikan pengetahuan mengenai keuntungan melakukan kliring.
• Memberikan pengetahuan mengenai pihak mana sajakah yang dapat melakukan kegiatan kliring.
Daftar Pustaka :
• Siamat ,Dahlan,Manajemen Lembaga Keuangan,Intermedia,Jakarta,1995.
• Badrudin,Rudy,Uang,Instrumen Kredit dan Lembaga Keuangan, Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya,STIE YKPN,Yogyakarta,1999.
• Fatmawati, Sri, Bank Sentral, Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya,STIE YKPN,Yogyakarta,1999.