Jumat, 15 Oktober 2010

Sistematika data jurnal tulisan saya

BAB I PENDAHULUAN.

1.1 LATAR BELAKANG MASALAH

Pada dasarnya koperasi adalahh sebuah lembaga yang tak terlalu diperhitungkan karna hanya bersekala kecil dan tak terlalu dimengerti luas sistematis kinerjanya.
Tetapi lambat laun,koperasi berkembang sedemikian pesatnya sehingga mampu menjadi primadona yang membanggakan bagi bangsa dan Negara dan mampu memberikan andil yang cukup besar bagi dunia perekonomiam diindonesia,sehingga pantasalah jikalau kopersi menjadi salah satu tulang pungguang andalan bagi kemajuan Negara kesatuan republic Indonesia.

1.2 RUMUSAN MASALAH
• Apa sajakah makna dari koperasi itu sendiri?

• Apa saja jenis koperasi yang ada di Indonesia?

• Manfaat apa saj ayang dapat dirasakan dari kegiatan berkopersai?

1.3 TUJUAN PENELITIAN
• Memberikan pengetahuan mengenai pentingnya koperasi diindonesia.

• Memberikan pengetahuan bagi masyarakat agar mampu ikut andil dalam berbagai kegiatan koperasi.

• Memberikan pengetahuan bagi masyarakat jenis – jenis koperasi yang ada diindonesia.

MANFAAT PENELITIAN
Dengan adanya kegiatan penelitian ini diharapkan :
• Meningkatikan kesadaran akan pentignya koperasi bagi kelangsungan dan kemajuan perekonomian Negara kesatuan republic Indonesia.




















II. LANDASAN TEORI DAN PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Koperasi

Menurut Undang-undang No. 25/1992, koperasi adalah badan usaha yang
beranggotakan orang-perorangan atau badan hukum Koperasi dengan melandaskan
kegiatannya berdasarkan prinsip Koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat
yang berdasarkan asas kekeluargaan (Sitio dan Tamba, 2001). Koperasi sebagai
organisasi ekonomi yang berwatak sosial sebagai usaha bersama berdasar asas-asas
kekeluargaan dan gotong royong (Widiyanti, 94). Ropke menyatakan makna koperasi
dipandang dari sudut organisasi ekonomi adalah suatu organisasi bisnis yang para
pemilik/anggotanya adalah juga pelanggan utama perusahaan tersebut. Kriteria
identitas koperasi akan merupakan dalil/prinsip identitas yang membedakan unit usaha
koperasi dari unit usaha lainnya (Hendar dan Kusnadi, 1999).
Elemen yang terkandung dalam koperasi menurut International Labour
Organization (Sitio dan Tamba, 2001) adalah:
a. perkumpulan orang-orang,
b. penggabungan orang-orang tersebut berdasarkan kesukarelaan,
c. terdapat tujuan ekonomi yang ingin dicapai,
d. koperasi yang dibentuk adalah suatu organisasi bisnis (badan usaha) yang
diawasi dan dikendalikan secara demokratis,
e. terdapat kontribusi yang adil terhadap modal yang dibutuhkan,
f. anggota koperasi menerima resiko dan manfaat secara seimbang.

Prinsip-Prinsip Koperasi
Perkoperasian adalah segala sesuatu yang menyangkut kehidupan Koperasi.
Gerakan Koperasi adalah keseluruhan organisasi Koperasi dan kegiatan perkoperasian
yang bersifat terpadu menuju tercapainya cita-cita bersama Koperasi. Perkoperasian di
Indonesia diatur dengan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 yang berlandaskan
Pancasila dan UUD 1945, dan bertujuan memajukan kesejahteraan anggota pada
khususnya dan masyarakat pada umumnya serta ikut membangun tatanan
perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil, dan
makmur (Koperindo.com, 2001 )
Prinsip-prinsip atau sendi-sendi dasar Koperasi menurut UU No. 12 tahun 1967,
adalah sebagai berikut.
a.Sifat keanggotaannya sukarela dan terbuka untuk setiap warg negara Indonesia
b.Rapat anggota merupakan kekuasaan tertinggi sebagai pencerminan demokrasi
dalam koperasi
c.Pembagian SHU diatur menurut jasa masing-masing anggota
d.Adanya pembatasan bunga atas modal
e.Mengembangkan kesejahteraan anggota khususnya dan masya rakat pada
umumnya
f.Usaha dan ketatalaksanaannya bersifat terbuka
g.Swadaya, swakarta, dan swasembada sebagai pencerminan prinsip dasar percaya
pada diri sendiri
Menurut UU No. 25 Tahun 1992, prinsip-prinsip koperasi adalah sebagai
berikut:
Prinsip-prinsip koperasi adalah:
a. Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka.
b. Pengelolaan dilakukan secara demokratis.
c. Pembagian sisa hasil usaha dilakukan secara adil sebanding dengan besarnya
jasa usaha masing-masing anggota.
d. Pemberian balas jasa tidak terkait dengan besarnya setoran modal.
e. Kemandirian
f. Pendidikan koperasi



BAB III KAJIAN METODELOGI

3.2. Metode Penelitian dan Analisis Data

3.2.1. Metode Studi
Studi ini menggunakan metoda survey, namun berbeda dengan
penelitian konvensional, metodologi studi koperasi pada umumnya
dan penelitian yang perspektif koperasi pada khususnya merupakan
penelitian aksi participatory.
sebagai berikut:
a). Perubahan Obyek Menjadi Subjek Penelitian,
b).Topik penelitian, harus berawal dari isu actual yang ditemukan di
lapangan (grounded research),
c).Alur Penelitian dari Bawah ke Atas,
d) Penelitian kualitatif, akomodatif antara peneliti dan responden yang
diteliti, untuk bekerja sama, saling menghormati, saling bergantung
dan saling membantu. Metode yang banyak dikembangkan adalah
observasi partisipasi,
e).Tehnik pengumpulan data primer dengan pengamatan dan diskusi.

3.2.2. Penetapan Sampel dan Responden
Penetapan kelompok secara sengaja (purposive sampling
method

3.2.3. Pengolahan dan Analisa Data
Pengolahan data dilaksanakan dengan cara tabulasi dan analisa data
dilakukan secara diskriftif reflektif.

BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

Dengan adanya koperasi yang ada diindonesia saat ini dapat membantu masyarakat mengembangkan usaha yang ada,menjadi suatu usaha yang berprospek baik bagi keseluruhan masyarakat yang ada agar dapat ikut serta meningkatkan taraf perkembangan perekonomian bangsa dan Negara.








BAB V.PENUTUP
5.1 Kesimpulan dan saran
1. Dengan Memberikan pengetahuan mengenai pentingnya koperasi diindonesia.

2. Memberikan pengetahuan bagi masyarakat agar mampu ikut andil dalam berbagai kegiatan koperasi.

3. Memberikan pengetahuan bagi masyarakat jenis – jenis koperasi yang ada diindonesia.


5.2 Daftar pustaka

Arief, Sritua. 1997. Koperasi Sebagai Organisasi Ekonomi Rakyat, dalam
Pembangunanisme dan Ekonomi Indonesia. Pemberdayaan Rakyat dalam
Arus Globalisasi. CSPM dan Zaman. Jakarta.
Drucker, Peter F. 1988. Inovasi dan Kewiraswastaan, Praktek dan Dasar-Dasar.
Erlangga. Jakarta, dalam Hendar dan Kusnadi. 1999. Ekonomi Koperasi untuk
Perguruan Tinggi. Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas
Indonesia. Jakarta.
Haeruman, H. 2000. ”Peningkatan Daya Saing Industri Kecil untuk Mendukung
Program PEL”. Makalah Seminar Peningkatan Daya Saing. Graha Sucofindo.
Jakarta
Hendar dan Kusnadi, 1999. Ekonomi Koperasi untuk Perguruan Tinggi, Lembaga
Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Jakarta.
Hendrojogi. 1997. Koperasi: Azas-azas, Teori dan Praktek.. RajaGrafindo. Jakarta.
Koperindo.com. http/www.Koperindo.com.
Manurung, 2000. “Perkoperasian Di Indonesia: Masalah, Peluang dan Tantangannya
di Masa Depan”. Economics e-Journal, 28 Januari 2000,
Rozi dan Hendri. 1997. Kapan dan Bilamana Berkoperasi. Unri Press. Riau.
Sitio, Arifin dan Tamba, Halomoan. 2001. Koperasi: Teori dan Praktek. Penerbit
Erlangga. Jakarta.
Subyakto, 1996. “Mutu Layanan dalam Perilaku Organisasi Koperasi”. http://
ln.doubleclick.net.
Widiyanti, Ninik, 1994. Manajemen Koperasi. Rineka Cipta. Jakarta.

Dasar perkembangan koperasi

Sistematika data jurnal tulisan saya mengenai Dasar perkoperasian

JURNAL MENGENAI DASAR PERKEMBANGAN PERKOPERASIAN.

BAB I PENDAHULUAN
• Latar belakang masalah
• Rumusan maslah
• Tujuan penelitian
• Manfaat penelitian



BAB II. LANDASAN TEORI
• Pembahasan isi secara keseluruhan mengenai
• Pengunaan hipotesis
• Penjabaran definisi – definisi utama

BAB III METODE PENELITIAN
• Jenis dan sumber data
• Metode pengumpulan data
• Teknis analisa

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
• Deskiptif data tentang koperasi.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
BAGIAN AKHIR :
• Kesimpulan dan saran
• Daftar pustaka

Rabu, 13 Oktober 2010

Review jurnal 3

REVIEW III.

(Studi Kasus: Jurnal Koperasi Credit Union Partisipasi Sukamakmur
Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang)
Nurlela Ketaren

JUDUL : JURNAL FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
KEBERHASILAN KOPERASI CREDIT UNION DALAM
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

PENGARANG : Nurlela Ketaren dan Amelia, 2001.

TAHUN PEMBUATAN : 2001. Peranan Aktivitas Credit Union Dalam Pemberdayaan
Ekonomi Rakyat. Tesis (S-2)

LATAR BELAKANG MASALAH :
Menurut penelit,credit union lebih pesat dari KUD dalam hal
perkembangan.Akan tetapi bisnis credit union relatif lebih kecil, dan hanya
bergerak dalam usaha simpan pinjam. Berkaitan dengan hal itu, Marbun (1999) menyatakan
bahwa Koperasi kredit memiliki peranan dalam meningkatkan kegiatan usaha masyarakat
pedesaan, usaha pertanian, usaha dagang, dan jasa.
Secara parsial,variable seperti penghasilan keluarga, pendidikan formal,frekuensi mengikuti pendidikan di lingkungan,mempunyai pengaruh yang kuat terhadap lamanya tunggakan kecuali jenis pekerjaan tidak memiliki hubungan nyata Dengan begitu,dapat diakatakan bahwa pemberdayaan masyarakat dalam pembinaan menuju mandiri yang dapat meningkatkan kesejahteraan hidup sudah cukup tinggi (91,55%). Akan tetapi perlu optimalisasi agar semua anggota dapat meningkatkantaraf ekonominya.

TUJUAN UTAMA :Dengan adanya credit union dapat mengoptimalisasi taraf ekonominya para angotanya.

METODELOGI :
• Penggunaan observasi aktiv
• Pengunaan tehnik quisioner parsial

RINGKASAN DAN KESIMPULAN :
1. Koperasi credit union perlu menonjolkan azas kekeluargaan dengan kerja sama,
dibandingkan persaingan sempurna. Koperasi akan berhasil jika manajemen bersifat
terbuka dan partisipatif.
2. Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan koperasi credit union Partisipasi
Sukamakmur, yang meliputi; SHU, partisipasi anggota, kepemimpinan pengurus,
manajemen koperasi, dan pemberdayaan masyarakat dapat dikatakan sudah cukup
tinggi.

Review jurnal 3

REVIEW III.

(Studi Kasus: Jurnal Koperasi Credit Union Partisipasi Sukamakmur
Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang)
Nurlela Ketaren

JUDUL : JURNAL FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
KEBERHASILAN KOPERASI CREDIT UNION DALAM
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

PENGARANG : Nurlela Ketaren dan Amelia, 2001.

TAHUN PEMBUATAN : 2001. Peranan Aktivitas Credit Union Dalam Pemberdayaan
Ekonomi Rakyat. Tesis (S-2)

LATAR BELAKANG MASALAH :
Menurut penelit,credit union lebih pesat dari KUD dalam hal
perkembangan.Akan tetapi bisnis credit union relatif lebih kecil, dan hanya
bergerak dalam usaha simpan pinjam. Berkaitan dengan hal itu, Marbun (1999) menyatakan
bahwa Koperasi kredit memiliki peranan dalam meningkatkan kegiatan usaha masyarakat
pedesaan, usaha pertanian, usaha dagang, dan jasa.
Secara parsial,variable seperti penghasilan keluarga, pendidikan formal,frekuensi mengikuti pendidikan di lingkungan,mempunyai pengaruh yang kuat terhadap lamanya tunggakan kecuali jenis pekerjaan tidak memiliki hubungan nyata Dengan begitu,dapat diakatakan bahwa pemberdayaan masyarakat dalam pembinaan menuju mandiri yang dapat meningkatkan kesejahteraan hidup sudah cukup tinggi (91,55%). Akan tetapi perlu optimalisasi agar semua anggota dapat meningkatkantaraf ekonominya.

TUJUAN UTAMA :Dengan adanya credit union dapat mengoptimalisasi taraf ekonominya para angotanya.

METODELOGI :
• Penggunaan observasi aktiv
• Pengunaan tehnik quisioner parsial

RINGKASAN DAN KESIMPULAN :
1. Koperasi credit union perlu menonjolkan azas kekeluargaan dengan kerja sama,
dibandingkan persaingan sempurna. Koperasi akan berhasil jika manajemen bersifat
terbuka dan partisipatif.
2. Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan koperasi credit union Partisipasi
Sukamakmur, yang meliputi; SHU, partisipasi anggota, kepemimpinan pengurus,
manajemen koperasi, dan pemberdayaan masyarakat dapat dikatakan sudah cukup
tinggi.

sistematika keseluruhan data dari jurnal 3

Ketaren, Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keberhasilan Koperasi...

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBERHASILAN KOPERASI
CREDIT UNION DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
(Studi Kasus: Koperasi Credit Union Partisipasi Sukamakmur
Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang)
Nurlela Ketaren
Abstract: This research is about the factors that influence The Credit Union Cooperation
in community empowerment. The problem in this research is what are the factors that
influence the success in Credit Union Cooperation “Partisipasi Sukamakmur” in
community empowerment and how is the community empowerment concept through
Credit Union Cooperation “Partisipasi Sukamakmur”.
This research used the quantitative and qualitative methods. The total population is the
whole members of Credit Union Cooperation or 204 people. The number of debtors in
this Credit Union is 80 people and 50% of them (40 people) became the sample of this
research. From 40 people, the researcher chose 5 people whom the researcher thought that
they have the deep and necessary knowledge to be informants.
Community empowerment through Credit Union Cooperation “Partisipasi Sukamakmur”
has been done through the rountine guidance average 36,62% (91,55%). The efforts are to
improve value and prestige religious activity, social devotion and agriculture. The
community empowerment oriented to create the self effort community (through the
animal breeding activities) which has the similar interest to cooperate, identified the
similar necessity to fulfill the similar necessity. Community Development in Credit
Union Cooperative is the efforts to improve the quality of social life including economics,
education, public health and social culture improvements. Therefore the factors that
influence the success Credit Union Cooperation “Partisipasi Sukamakmur” have so great
influences through the community empowerment that make it possible for its members to
improve their social life quality and also can enlarge the influences in the process which
influences the social economic and capital in Credit Union Cooperation.
Keywords: The factors of success Credit Union and community empowerment

PENDAHULUAN
Salah satu lembaga yang sesuai dengan
pembangunan masyarakat pedesaan dalam upaya
pemberdayaan ekonomi rakyat adalah koperasi.
Hal ini dikarenakan koperasi memiliki prinsip
gotong royong, rasa kebersamaan dan rasa
kekeluargaan. Organisasi koperasi yang
diperlukan masyarakat adalah koperasi yang jujur
dan dinamis sehingga potensi anggota dalam
menghimpun dana dapat terwujud (Badaruddin
dkk, 2005).
Pembangunan koperasi identik dengan
mengatasi kemiskinan. Menurut Bung Hatta,
koperasi yang berazaskan pasal 33 UUD 1945
merupakan satu-satunya jalan untuk
mendekatkan jurang perbedaan antara yang kaya
dengan yang miskin (Mubyarto 2003:10).
Secara makro dapat dilihat peranan
koperasi yang semakin melembaga dalam
perekonomian, antara lain; meningkatnya
manfaat koperasi bagi masyarakat dan
lingkungan, pemahaman yang lebih mendalam
terhadap azas, sendi serta tata kerja koperasi;
meningkatnya produksi, pendapatan dan
kesejahteraan; meningkatnya pemerataan dan
keadilan; meningkatnya kesempatan kerja.
Semua ini mengakibatkan pertumbuhan
struktural dalam perekonomian nasional yang
tergantung pada Co-operative Growth, Cooperative
Share dan Co-operative Effect yang
melibatkan, memberdayakan segenap lapisan
masyarakat, sehingga dapat mengatasi
kemiskinan (Sukamdiyo, 1996).
Credit union diperuntukkan bagi setiap
orang yang mau menciptakan asset dengan cara
menabung dengan harapan hari esok akan lebih
sejahtera. Konsep credit union sangat berbeda
dengan, koperasi kredit, kartu kredit, mobil
kredit, rumah kredit, dan barang-barang kredit
lainnya. Barang-barang tersebut dilunasi secara
perlahan-lahan tanpa memiliki nilai tabungan
didalamnya. Setelah lunas, selesai sudah
kreditnya dan orang yang mempunyai kredit
tersebut tidak punya asset atau modal. Sedangkan
dalam credit union, nilai kredit tersebut justru
menjadi aset dan menjadi modal yang disebut
saham (Ngo. A. Petrus, 2004).
Credit union partisipasi Sukamakmur
merupakan koperasi simpan pinjam yang
memiliki program pendidikan, pembinaan
kualitas sumber daya manusia, dan kesejahteraan.
Setiap anggotanya adalah pilar-pilar yang sangat
berpengaruh terhadap keberhasilan credit uniuon.
Partisipasi anggota diukur dari kesediaan anggota
melaksanakan kewajiban dan melaksanakan hak
anggota secara bertanggung jawab (Widiyanti N,
2002).
Credit Union Partisipasi sukamakmur
berdiri 10 Februari 1994, jumlah anggota
Desember 2004 sebanyak 204 orang, jumlah
simpanan Rp 282.651.425, jumlah pinjaman Rp
410.512.200, jumlah asset Rp 524.052.998.
Apabila keberhasilan credit union terlihat
berdasarkan perkembangan jumlah unit,
partisipasi (jumlah anggota), penggunaan
pinjaman produktif, besarnya asset, dan besarnya
sisa hasil usaha, maka credit union partisipasi
Sukamakmur ini dapat dikatakan cukup berhasil.
Perkembangan Koperasi credit union di
pedesaan sebagai lembaga ekonomi rakyat
merupakan upaya pembangunan yang positif bagi
masyarakat pedesaan. Dengan kata lain koperasi
dipandang memiliki arti yang strategis pada masa
yang akan datang (Mubyarto, 2003). Sesuai
dengan latar belakang tersebut maka
permasalahan dalam penelitian ini adalah
”Faktor-faktor apakah yang mempengaruhi
keberhasilan koperasi credit union partisipasi
Suka Makmur dalam pemberdayaan
masyarakat?”.

METODE PENELITIAN
Penelitian dilakukan dengan
menggunakan model analisa deskriptif dengan
pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Analisa
deskriptif berusaha menggambarkan model
hubungan antara berbagai variabel dengan
memberikan penafsiran ilmiah dan analisis yang
logis atas hubungan antarfaktor. Credit union
dinyatakan berhasil bila memenuhi enam variabel
yang meningkat setiap tahun, yaitu; SHU,
Partisipasi anggota, Pendidikan Pengurus,
Kepemimpinan Pengurus, Administrasi dan
Manajemen, Pemberdayaan masarakat.
Populasi penelitian adalah seluruh
anggota koperasi Credit union yang berjumlah
204 orang. Sedangkan sampel diambil lima puluh
persen dari jumlah anggota yang meminjam
kepada koperasi Credit union yaitu 40 orang.
Dari sampel yang ada, dipilih informan yang
mempunyai pengetahuan secara mendalam
tentang masalah yang diteliti sebanyak 5 orang.
Teknik pengumpulan data adalah kuesioner dan
wawancara. yang meliputi faktor-faktor
mempengaruhi keberhasilan Credit union,
sedangkan lokasi penelitian adalah koperasi
Credit union Partisipasi Sukamakmur,
Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang.
Untuk melihat faktor-faktor yang
mempengaruhi keberhasilan koperasi Credit
union, digunakan data kuantitatif memakai
analisis tabulasi frekuensi dan persentase. Untuk
data kualitatif digunakan teknik analisis reduksi
data, dengan pengategorian data yang
mempunyai makna untuk menarik kesimpulan
dalam mencari faktor-faktor yang berhubungan
dengan masalah penelitian.
Sampel dalam penelitian adalah anggota
koperasi Partisipasi Sukamakmur yang berjumlah
40 orang dengan komposisi sebagai berikut:
Komposisi responden berdasarkan jenis
kelamin;
1. Responden laki-laki berjumlah 19 orang
(47,5%).
2. Responden perempuan berjumlah 21 orang
(52,5%).
Komposisi responden berdasarkan usia;
1. Responden berusia 27-33 tahun berjumlah 14
orang (35%).
2. Responden berusia 34-40 tahun berjumlah 9
orang (22,5%).
3. Responden berusia 41-47 tahun berjumlah 12
orang (30%).
4. Responden berusia 48-54 tahun berjumlah 5
orang (12,5%).
Komposisi responden berdasarkan tingkat
pendidikan;
1. Tingkat pendidikan SD berjumlah 1 orang
responden (2,5%).
2. Tingkat pendidikan SLTP berjumlah 2 orang
responden (5%).
3. Tingkat pendidikan SLTA berjumlah 17
orang responden (42,5%).
4. Tingkat pendidikan DIII berjumlah 6 orang
responden (15%).
5. Tingkat pendidikan S-1 berjumlah 14 orang
responden (35%).
Komposisi responden berdasarkan penggunaan
pinjaman;
1. Untuk keperluan pertanian berjumlah 5 orang
responden (12,5%).
2. Untuk keperluan konsumsi dan kesejahteraan
berjumlah 20 orang responden (50%).
3. Untuk keperluan peternakan berjumlah 10
responden (25).
4. Untuk keperluan berdagang berjumlah 5
orang responden (12,5%).
Komposisi responden berdasarkan jumlah
pinjaman;
1. Rp 1.000.000,- hingga Rp 2.400.000,-
berjumlah 6 orang responden (15%).
2. Rp 2.500.000,- hingga Rp 4.400.000,-
berjumlah 12 orang responden (30%).
3. Rp 4.500.000,- hingga Rp 6.400.000,-
berjumlah 17 orang responden (42,5%).
4. Rp 6.500.000,- hingga Rp 10.000.000,-
berjumlah 3 orang responden (7,5%).
5. Rp 11.000.000,- hingga Rp 20.000.000,-
berjumlah 2 orang responden (5%).

KESIMPULAN
Berdasarkan apa yang telah dijabarkan
dalam pembahasan di atas, dapat disimpulkan
bahwa:
1. Koperasi credit union perlu menonjolkan
azas kekeluargaan dengan kerja sama,
dibandingkan persaingan sempurna. Koperasi
akan berhasil jika manajemen bersifat
terbuka dan partisipatif.
2. Faktor-faktor yang mempengaruhi
keberhasilan koperasi credit union Partisipasi
Sukamakmur, yang meliputi; SHU,
partisipasi anggota, kepemimpinan pengurus,
manajemen koperasi, dan pemberdayaan
masyarakat dapat dikatakan sudah cukup
tinggi. Akan tetapi, optimalisasi masih perlu
dilakukan sehingga tujuan dari koperasi
credit union Partisipasi Sukamakmur dapat
dicapai dengan lebih maksimal.
3. Pemberdayaan masyarakat berorientasi
kepada masyarakat yang mandiri (melalui
kegiatan peternakan) yang memiliki
kesamaan minat untuk bekerjasama,
mengidentifikasi kebutuhan bersama, dan
kemudian melakukan kegiatan kebutuhan
bersama.
4. Tidak terdapat hubungan nyata antara
karateristik responden pendidikan formal,
umur, pendidikan koperasi, motivasi menjadi
anggota, simpanan dan pinjaman dengan
keberhasilan Koperasi credit union dan KUD
(produktifitas dan kepuasan anggota).
5. Partisipasi anggota yang meliputi; jumlah
simpanan, jumlah pinjaman, frekuensi
mengikuti pendidikan, lama tunggakan dan
lamanya menjadi anggota, mempunyai
hubungan yang signifikan dengan tingkat
pendapatan.
6. Terdapat hubungan antara pendidikan formal
dan non formal (pendidikan koperasi dan
kewirausahaan) dengan keberhasilan usaha.

DAFTAR PUSTAKA
Amelia, 2001. Peranan Aktivitas Credit Union Dalam Pemberdayaan Ekonomi Rakyat. Tesis (S-2)
Tidak Diterbitkan. Medan. Program Magister Studi Pembangunan Fakultas Ilmu Sosial dan
Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara (FISIP-USU).
Atmosudirjo, Prajudi. 1982. Dasar-dasar Administrasi Niaga. Jakarta: Chalia Indonesia.
Badaruddin & Nasution, M. Arief. 2005. Modal sosial dan Pemberdayaan Komunitas Nelayan (Isuisu
Kelautan dan Kemiskinan Hingga Bajak Laut. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Hendrojogi, 1997. Azas-azas Koperasi; Teori dan Praktek. Jakarta: Rajawali Grafindo Persada.
Kartasasmita, Ginandjar. 1995. Administrasi Pembangunan. Jakarta: LP3ES.
Krisnamurti, Bayu. 1998. Perkembangan Kelembagaan dan Perilaku Usaha Koperasi Unit Desa di
Jawa Barat. Kajian Cross Section (Tidak Diterbitkan). Bogor. Institut Pertanian Bogor.
Manurung, M. 1998. Indonesia Menuju Demokrasi Ekonomi; Kumpulan Makalah Sistem Ekonomi.
Jakarta: Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
Marbun, Dunan. 1999. Peranan Credit Union dalam Mengelola Simpan-pinjam Untuk Meningkatkan
Pembangunan Ekonomi di Wilayah Pedesaan. Tesis (S-2) Tidak Diterbitkan. Medan. Program
Magister Studi Pembangunan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera
Utara (FISIP-USU).
Mikkelsen, Britha. 1999. Metode Penelitian Partisipatoris dan Upaya-upaya Pemberdayaan. Jakarta:
Obor Indonesia.
Mubyarto. 1999. Reformasi sistem Ekonomi, dari Kapitalisme Menuju Ekonomi Kerakyatan.
Yogyakarta: Aditya Media.
Mutis, Thoby. 1983. Organizational Competency and Effectiveness of The Jakarta Credit
Cooperation/Credit Union (CU). Philippines: South East Asia Interdisciplinary Development
Institute.
Mutis, Thoby. 1992. Pengembangan Koperasi; Kumpulan Karangan. Jakarta: Gramedia Pustaka
Utama.
Ngo, A. Petrus. 2002. Ketua Credit Union Daya Lestari samarinda, Mengapa harus Credit Union?,
Makalah disampaikan pada Seminar Pendalaman Ekonomi Rakyat tanggal 2 Juli, Jakarta.
Ningrum, Natasia S. 2005. Larangan Praktik Monopoli dan Perjuangan Tidak sehat. Wawasan.
Sukardi, 2003. Sritua Arif: Ekonomi Rakyat di Era Globalisasi. Makalah disampaikan Pada Seminar
Sehari Memperingati 100 hari Meninggalnya Prof. Dr. Sritua Arif. Medan, FISIP USU.
Sukamdiyo. 1996. Manajemen Koperasi. Semarang: Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro.
Titus, K. Kurniadi. 2004. Ekonomi Rakyat. Makalah Pendahuluan Pada Seminar Ekonomi Rakyat
tanggal 4 Juni 2004, Lembaga Keuangan Mikro.
Widiyanti, Ninik. 2002. Manajemen Koperasi. Jakarta: Rineka Cipta.

sistematika jurnal 3

JURNAL MENGENAI FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBERHASILAN KOPERASI,CREDIT UNION DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT.

BAB I PENDAHULUAN
• Latar belakang masalah
• Rumusan maslah
• Tujuan penelitian
• Manfaat penelitian



BAB II. LANDASAN TEORI
• Pembahasan isi secara keseluruhan mengenai
• Pengunaan hipotesis
• Penjabaran definisi – definisi utama

BAB III METODE PENELITIAN
• Jenis dan sumber data
• Metode pengumpulan data
• Teknis analisa

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
• Deskiptif data tentang data kredit.
• Quantitatif data pinjaman dan dan penggunaan pinjaman yangdilakukan masyarakat.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
BAGIAN AKHIR :
• Kesimpulan dan saran
• Daftar pustaka

Review jurnal 2

REVIEW II.
JURNAL PENGKAJIAN KOPERASI DAN UKM NOMOR 1 TAHUN I – 2006

JUDUL :Studi peran serta wanita dalam pengembangan usaha kecil menengah dan
Koperasi.

PENGARANG : Anonim

TAHUN PEMBUATAN : Departemen Koperasi, 1991-1992;

LATAR BELAKANG MASALAH :
Indonesia dan pemerintah baru tersadar bahwa usaha besar
yang dibangga-banggakan hanya membawa dampak negative bagi negara dan bangsa akibat kerugian,gulung tikar akibat perubahan suku bunga dan nilai tukar didunia, sebaliknya usaha kecil dan koperasi yang selama ini dipandang sebelah mata mampu bertahan bahkan berkembang.
Memang tak adil tampak,namun mereka mampu menunjukan
kekenyalannya, usaha kecil tetap mendayung sampannya di antara berbagai tantangan bisnis yang semakin bergejolah diera globalisasi. Namun demikian, walau usaha kecil mempunyai daya juang luar biasa, untuk bertahan hidup dan berkembang perlu diberikan lingkungan berusaha dan dukungan-dukungan lain untuk meningkatkan daya saing dan daya tumbuhnya. Untuk itu isu pembinaan dan pengembangan usaha kecil
(termasuk mikro), menengah semakin digalakkan. Identifikasi kebutuhan dan
masalah usaha kecil dan koperasi perlu terus dilakukan dalam upayameningkatkan daya tumbuh dan daya saingnya agar mampu menjadi usaha yang mampu menjadi prospek ekonomi terbaik dimasa yang akan datang.

TUJUAN UTAMA :
• Mengnalisis kemampuan dan peranserta wanita dalam mengembangkan
UKMK dalam program yang dijalankan.
• Mengidentifikasi factor pendorong dan penghambat peranserta pihak yang bersangkutan dalam pengembangan UKMK.
• Memperoleh alternative peningkatan kemampuan dan peranserta wanita
dalam pengembangan UKMK yang diharapkan banyak memberikan dampak
positif bagi kehidupan bermasyarakat

METODELOGI :
• Metode Penelitian dan Analisis Data
• Metode Studi
• Penetapan Sampel dan Responden
• Pengolahan dan Analisa Data
• Ruang Lingkup

RINGKASAN DAN KESIMPULAN :
Dalam kegiatan UKM, wanita berperan sebagai pelaku usaha atau
sebagai pemilik, sebagai manager ataupun tenaga kerja. Dalam kegiatan
koperasi, wanita dapat berperan sebagai anggota, pengurus, pengawas,
manager, pembina ataupun pendamping usaha. Peran serta wanita dalam
berbagai sektor, namun sesuai dengan kelebihan-kelebihan yang dimiliki diharapkan dapat memberi manfaat bagi semua pihak yang bersangkutan.